
aku menunda bertahun-tahun untuk membeli buku ini. ia selalu kalah prioritas dalam wishlistku. sampai akhirnya aku mendengar kabar bahwa kisah ini akan difilmkan, dan entah kenapa, aku mempercepat langkahku untuk membelinya, lalu membacanya.
bacaan yang tipis, nyaris seperti bisikan. jika ditelusuri tanpa jeda, bahkan kurang dari seperempat hari pun, kita akan sampai di halaman terakhirnya. namun di balik kesederhanaannya, tersimpan sindiran yang tajam, sarkas yang bersembunyi di balik wajah-wajah binatang.

napoleon si babi itu membuatku muak. ia bukan sekadar tokoh, melainkan cermin dari dunia yang kita kenal, ketika aturan tak lagi sakral, melainkan lentur dan dibengkokkan sesuai kenyamanan mereka yang berkuasa.
dunia yang tidak ideal itu dipentaskan dengan begitu halus, seolah hanya fabel, padahal terasa begitu nyata.
di kepalaku, ada bayangan seekor babi yang mengenakan pakaian manusia dan berdiri tegap seperti penguasa. entah kenapa, aku mual membayangkannya.
barangkali untuk beberapa hari ke depan, aku akan menahan diri untuk tidak menyentuh daging babi. rasanya ganjil, mengetahui bahwa napoleon masih hidup di kepalaku.
meski hanya cerita fabel, ia meninggalkan kesan yang tak biasa. aku menamatkannya dalam kurang dari satu hari. ringan untuk dibaca, namun menyisakan sesuatu yang diam-diam mengganggu.