
Yap ini adalah roleku right now. I’ve been working here for about 2 years, ehmm I mean almost yaa. Maret 2021 adalah pertama kalinya aku kerja setelah lulus kuliah, dan pada akhir tahun 2023 (ketika tulisan ini dibuat) aku masih bekerja disini. Tulisan ini dibuat untuk sharing gimana awal aku kerja disini, my 1st impression soal perusahaan dan jobdeskku sendiri, apa yang buat aku betah sekali, dan beberapa hal kecil yang aku struggling till now. Jadi, misalkan suatu hari aku uda ga disini (muehehe tapi keknya tidak dalam waktu dekat, karna ini masih comfort zoneku banget) dan PMI buka lowongan untuk role ini, kalian yang ga sengaja nemu tulisan ini pas kepoin PMI karena mau apply, at least tahu dikit soal role yang ingin kalian apply tadi. Ini akan jadi tulisan yang panjang, jadi ambil cemilanmu guys ehe.
1st impression
25 Februari 2021, pertama kali aku ke PMI. Factory sama Head officenya jadi 1 alamat. Ada 1 orang lain yang interview juga untuk role yang sama. Pertama kali aku liat pabrik, agak takut sih, aku ga pernah kerja, aku juga ga pernah masuk pabrik before. Jadi atmosfernya menakutkan bagiku saat itu. But, pas aku masuk ke kantornya, idk why aku langsung suka aja wkwk, aku duduk depan resepsionis sambil tunggu ibu recruiternya. U know what, aku ngomong sama Tuhan dalam hati, “fix Tuhan, Rani suka tempatnya, pokoknya mau disini” LOL.
Masuk kerja hari pertama.
Gak sampe 1 minggu, aku dicall ibu R*t*h, katanya aku keterima. Aku dikirimin OL yang pada saat itu langsung ku kirim balik hehe (terlalu excited). Itu Awal maret ya, aku ditanya kapan bisa masuk, aku minta mundur sampai senin tanggal 8, biar sekalian selesai wisuda. Aku wisuda hari sabtu 6 maret 2021, dan start working 8 maret 2021…Thankfully :).
Masuk ke jobdesk nih, waktu itu Ibu F*nny explained apa yang harus dilakukan. OMG, kukira admin tuh ya hubungannya administrasi doang, ketik2, filling data, dan lain-lain. Tapi setelah aku nangkep banget jobdesku arah utamanya pembelian/purchasing cylinder (cetakan buat plastiknya). Ibu F*nny kasih saran ke aku, follow up cylinder at least 2 hari sebelum tanggal permintaan, biar ga sampe late. Beliau juga praktekin dong cara nelfon suppliernya 🙁 . Tau ga sih, lemes lututku pas itu wkwk. Ya ampun wondering harus telfon orang, banyak communicate bener2 takut. Tapi mau gak mau itu jobdesknya, aku yang introvert sekali harus facing that situation.
Tes Psikotes dan Interview
Tes psikotes dimana-mana ya gitu lah ya, intinya dikerjain aja. Waktu interview aku langsung di interview HR dan User a.k.a Marketing Managernya. Jadi bareng gitu. Aku awalnya kaya a bit nervous, tapi Ibu F*nny sama Ibu R*t*h nge-interview aku kaya ngobrol gitu, at least atmosfer ruangan itu tidak made me gugup anymore. Ibu F*nny tanya2 dengan panggilan nama, ga pengganti orang ke 2 (kamu / anda), contoh nih kan aku suka nulis, aku juga buat blogku sendiri ditanya gini “Rani kan buat blog, menurut Rani sulit ga buat kaya gini”, kaya gitu, jadi aku lebih nyaman waktu jawab lebih kaya ngobrol. Aku pernah interview di tempat lain juga, dan suasananya bagiku menegangkan hehe, apa yang udah tak siapin buat jawab ilang aja dari memori, tapi disini aku bisa cerita banyak.
Komunikasi Stonks !!

Bulan pertama tough time guys. Aku yang ga biasa ngomong sama people, harus bisa ngomong lebih banyak. POV ku dulu, yang penting aku kenal semua orang yang kerjaannya berhubungan langsung samaku. Aku ga perlu ngobrol banyak, I need no friend. Aku pernah dimarahin Ibu Eve wkwk trainerku, bukan pernah sih, sering -,- . Intinya harus ngomong. Pernah juga kaka d*a , yang orangnya kalem bgt marah karena aku naruh map di meja dia tanpa ngomong apa2. Akhirnya aku membiasakan diri ngikuti mereka, basa basi itu perlu guys wkwk. Lama-lama aku akrab with them, dan komunikasi sama mereka is not a big deal anymore. Aku berteman sama mereka sekarang. Dengan supplier juga, udah biasa, dan ga ada hal yang menakutkan lagi. Intinya, di PMI cara aku komunikasi dengan people jadi better. Aku bener2 dibentuk disini, dengan komunikasi yang baik juga aku lebih bisa menjalankan roleku dengan lebih baik.
Jobdesk
Tadi belom rinci ya guys, jadi ini yang kukerjain setiap hari:
- Melakukan pembelian cylinder
- Follow up supplier cylinder
- Memastikan cylinder keluar dan masuk tepat waktu (karena sometimes, ada job yang pakai oldbase, jadi harus dikeluarin dulu guys, juga untuk item2 yang revisi, repeat order, atau di rechrome)
- Bertanggung jawab atas segala kegiatan administrasi di divisi desain
- Membuat evaluasi supplier cylinder (every month) (btw guys, aku yg buat ini for the first time here, atasanku ga pernah tentuin harus berkala atau nggak, atau harus tiap berapa bulan, tapi aku buat setiap bulan)
- Berkoordinasi dengan Marketing, Produksi, dan Accounting
Dokumen2 yang aku buat waktu menjalankan jobdesk di atas antara lain:
OP (Order Pembelian), SJK (Surat Jalan Keluar) ini untuk job yang pakai oldbase, NP (Nota Pembelian) ini untuk barang2 yang sudah datang di incoming, Map Data Cylinder, digunakan untuk naik cetak produksi.
Struggling
Ehm yang sampai sekarang aku struggling banget adalah bercandaan yang menurutku kadang ga lucu, dan kelewatan, ini untuk beberapa orang aja sih. Gak setiap hari juga, tapi cukup sering, hehe. Kadang orang2 ini menyenangkan, kadang menyebalkan super wkwk. Strugglingnya tuh di penguasaan diri, kadang rasanya sulit aja mau respect sama orang2 yg (menurutku) jahat mulutnya -.- . Tapi gak boleh gitu guys, karena bagaimanapun aku lebih muda ppiuft, tough time sih pas keadaan itu lagi kumat. Ya mungkin bercandaan mereka, terus pov mereka beda, karena orang2 di ruanganku mostly gen x , malah ada yg baby boomer wkwk, kelewat 2 generasi sampe aku yang Z.
facing situasi dan orang2 yang menurutku tidak ideal. I know, mau kerja dimana pun, pindah2 akan selalu ketemu orang yang gak cocok, tapi kita gak bisa rubah orang lain, tapi kita bisa change ourselves. Tidak ideal yang kumaksud tuh, mulutnya suka kelewatan guys -,- . Tapi kadang
Yang bikin betah
Ini banyak banget, first of all aku punya temen2 yang baik, 2nd family lah, meskipun ada beberapa orang yang kurang cocok kaya yang disebut tadi, aku tetep getting on well sama mereka, cuma tidak untuk akrab gitu aja. Atasan yang baik, juga buat betah ya guys.
Salary sesuai dengan beban kerja sejauh ini. Work life balance . . . Aku kerja senin-jumat, sabtu masuk beberapa kali kalo ada hal urgent doang, dihitungnya masuk lembur, selain itu senin-jumat ga ada kerjaan over jadi TENGGO, selalu tepat waktu hehe, gak ada kerjaan yang kebawa ke rumah.
Aku udah kerja disini hampir 2 tahun. Hal yang berubah adalah komunikasi, better than before, but aku tahu aku harus belajar lebih banyak lagi soal komunikasi, dan Mindset ! Hihi, aku dulu mikir aku tidak butuh teman, yang penting aku bisa bekerja sama dengan baik, tapi itu salah, dengan berteman, kantormu gak lagi jadi tempat cari duit doang, bahkan U guys bisa menemukan rumah dan 2nd family, dengan gitu bekerja lebih nyaman kan. Mindset yang terbentuk selain itu adalah : “there’s nothing I can’t do!” , hal yang menakutkan sebelumnya bisa aku pass dengan baik. Jadi semua cuma butuh waktu untuk bisa menguasai segala hal. Jangan takut mencoba lingkungan baru ! Jangan takut berpindah dari zona nyamanmu untuk bergerak ke zona bertumbuh.
That’s all, thx 4 reading