Hai apa kabar ?! Gak kerasa ya udah bulan desember aja, bentar lagi Tahun Baru 2021, kek rasanya 2020 lebih banyak beraktivitas di rumah aja. Ini tahun penuh tantangan untuk kita semua, aku aja sempro, sidang, yudisium, sampek wisuda dilakukan di rumah secara daring, ya mau gimana lagi… Setidaknya ini cara kita untuk menekan angka pertumbuhan kasus Covid 19. Lalu gimana nih sama natal ? Ngerayain juga gak?
Kalo aku sih masih ngerayain, karena itu emang bagian dari kepercayaanku. But … pasti rasanya beda sama tahun-tahun sebelumnya.. misalkan di beberapa kota tidak memperbolehkan diadakannya ibadah natal di gereja, hotel, maupun tempat umum lainnya, semua dilakukan secara daring. Kalo gerejaku sih masih tetap melakukan ibadah di gereja, meskipun dilakukan pembatasan jumlah jemaat yang hadir, dan tentunya physical distancing harus tetap ditaati. Di gerejaku sendiri tadi kursi tempat duduk dijauh-jauhin ya, kita wajib pakai masker (disediaiin juga masker gratis di depan pintu masuk yang dijaga usher), dicek suhu tubuh kita, dan juga menggunakan hand sanitizer yang telah disediakan. Tapi tetap aja ada yang berbeda.. perayaan gak dilakukan se ‘wah’ tahun-tahun sebelumnya, yang penting kita beribadah aja gitu.
Sama kek aku, pasti kalian juga ada yang ngerasa kurang, apalagi buat kalian yang ibadahnya daring. Hmm.. tapi jangan sampek kalian jadi ngerasa gak semangat.. nih kita bisa ambil hikmat dari keadaan saat ini. Natal tuh ngerayain apa sih ? Kelahiran Tuhan Yesus kan? Kalian pasti dari sekolah minggu juga udah dengar kisah kelahiran-Nya. Apakah Yesus dilahirkan di istana yang megah dan kelahirannya disambut dengan sangat meriah? kita semua tahu, keadaannya berbalik 180 derajat ! Dia lahir aja ditolak dimana-mana, semua penginapan telah habis, dan akhirnya dia diletakkan di sebuah palungan (tempat makan hewan). Mungkin tahun ini kita harus terpaksa merayakan natal seadanya, sesederhana mungkin dan di rumah aja, karena Tuhan tidak ingin kita salah fokus terus menerus dalam melakukan peringatan akan kelahiran-Nya. Mungkin biasanya kita lebih seru dan asyik sendiri sama keramaiannya, pesta natalnya, dll. Tapi kita kurang memaknai kedatangan Yesus ke dunia yang bertujuan untuk menyelamatkan umat manusia.
Jadi sekarang mari kita belajar tetap bersyukur atas segala keadaan yang boleh terjadi dalam kehidupan kita, meskipun hal tersebut tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan, mari kita melihat dengan sudut pandang yang lebih luas serta melihat hal positif yang bisa diperoleh dari kedaan ini. Kita juga bisa merayakan dengan keluarga kita sendiri di rumah, beribadah bersama di rumah .. dan malah kita bisa lebih merasakan suasana kekeluargaannya.. Mari kita tutup dengan 1 Tesalonika 5:18 “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu”. Selamat Hari Natal 2020 dan Tahun Baru 2021, Tuhan memberkati.