Marani Kakombohi

Sang Alkemis – Paulo Coelho

Tidak heran jika buku ini telah terjual ratusan juta copy dan telah diterjemahkan dalam puluhan bahasa. Ini adalah buku fiksi terbaik yang pernah kubaca dan menjadi favorit nomor satuku saat ini. The Alchemist a.k.a Sang Alkemis menceritakan kisah seorang anak laki-laki bernama Santiago dalam pencarian harta karunnya.

Dalam pencarian harta karunnya dia bertemu perempuan Gipsi, lalu orang tua yang mengaku sebagai Raja dari Salem. Oh ya, btw Raja dari Salem ini mengambil tokoh dalam Alkitab yaitu Melkisedek, yang adalah Raja dan Imam yang sempat bertemu dengan Abraham… dan cerita fiksi ini sedikit memanggil memori Melkisedek mengenai pertemuannya dengan Abraham 😀 . Kalimat terkenal yang orang tua ini sampaikan pada Santiago adalah:

“Dan saat engkau menginginkan sesuatu, seluruh jagat raya bersatu padu untuk membantumu meraihnya.”

seiring perjalanan, menjadi jelas bahwa yang sedang dicari Santiago bukan hanya emas, melainkan pemahaman tentang dirinya sendiri dan panggilan hidupnya.

Jejak Kisah Alkitab di Dalam Novel

Yang membuat buku ini meninggalkan jejak dalam hatiku adalah bagaimana Paulo Coelho menenun banyak pola kisah alkitab sebagai ingatan simbolik. Dalam novel ini aku menemukan gema dari kisah: (1) Abraham yang dipanggil Tuhan untuk meninggalkan tempat asalnya menuju tanah yang dijanjikan Tuhan, sama seperti panggilan Santiago melalui mimpinya, dan mereka sama-sama bertemu dengan Melkisedek. Disini Melkisedek juga teringat akan tokoh Abraham kala bertemu Santiago; (2) Yusuf yang melalui permurnian lewat penderitaan, sama seperti Santiago titik yang dia temukan dalam mimpinya ia dapatkan setelah melewati banyak penderitaan; (3) Kisah Panglima Romawi yang mencari Yesus untuk kesembuhan hambanya, bagaimana dia berkata “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh”; (4) Perjalanan bangsa Israel menuju tanah perjanjian sama seperti perjalanan Santiago- Melewati padang gurun, tapi ternyata hartanya tidak berada jauh dari titik awalnya, bangsa Israel dibuat melewati jalan memutar lewat padang gurun.

Abraham

Kisah Abraham menjadi fondasi spiritual paling awal dari Sang Alkemis. Dalam Alkitab, Abraham dipanggil untuk meninggalkan tanah asalnya menuju negeri yang bahkan belum ia ketahui. Tidak ada peta, tidak ada tenggat waktu—hanya kepercayaan.

Pola ini paralel dengan Santiago. Ia melangkah bukan karena sudah memahami segalanya, tetapi karena berani mempercayai panggilan. Dalam konteks ini, Abraham adalah gambaran awal dari apa yang oleh Coelho sebut sebagai Legenda Pribadi.

Pertemuan Abraham dengan Melkisedek—imam tanpa silsilah yang memberkati perjalanannya—juga muncul kembali dalam Sang Alkemis. Sosok Melkisedek hadir singkat, tetapi menentukan: ia tidak menjelaskan segalanya, hanya meneguhkan bahwa perjalanan itu sah. Yaa… Santiago sudah berada pada jalan yang tepat.

Pemurnian lewat padang gurun

Baik dalam kisah bangsa Israel maupun perjalanan Santiago, padang gurun selalu muncul sebagai fase yang tidak bisa dilewati dengan cepat. Jaraknya dekat, tetapi waktunya panjang. Bukan karena tersesat, melainkan karena yang perlu diubah bukan arah, melainkan manusia di dalamnya.

Padang gurun adalah tungku.
Di sanalah keluhan, ketakutan, dan mental lama dilelehkan. Di titik ini, pesan alkimia menjadi jelas: emas tidak dihasilkan tanpa api.

Yusuf dan Santiago: Turun sebelum naik

Kisah Yusuf menegaskan pola yang sama. Dipanggil lewat mimpi, tetapi harus melewati pengkhianatan, perbudakan, dan penjara sebelum sampai pada kepenuhan panggilannya. Jalan hidupnya tampak salah arah, padahal justru sedang dibentuk. Santiago mengalami hal serupa. Ia kehilangan uang, rencana, bahkan arah. Namun kehilangan itu tidak sia-sia—ia sedang dimurnikan agar mampu memegang “emas” yang sesungguhnya.

Sang Alkemis bukan buku mengenai penemuan harta karun, melainkan tentang menjadi pribadi yang layak menemukannya. Novel ini mengingatkan bahwa perjalanan hidup jarang lurus, sering memutar, dan hampir selalu melewati padang gurun.

Namun justru di sanalah emas itu lahir.

ahh.. banyak bagian tentang Bahasa Dunia, Cinta, dll yang kutandai di buku ku. Tapi akan panjang jika setiap hal yang kusuka dalam buku ini ditulis disini. Masih tertinggal banyak, kamu harus membaca dan menemukannya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *